Minggu, 13 Februari 2011

HEPATITIS???

assalamualaikum.wr.wb.....sebelumnya perkenalakan nama saya reza kurniawan seorang mahasiswa fakultas kedokteran salah satu perguruan tinggi negeri di jawa...

tujuan utama bikin blog ni  cuma ingin bagi2 pengetahuan dengan semua....sedikit2 biar ilmu yang saya dapat juga bermanfaat.... prinsipnya juga sharing....jadi kalo ada yang ndak sependapat didiskusikan bareng...:)

selamat membaca...


HEPATITIS
Hepatitis berarti suatu peradangan pada hati yang berdasarkan lama perjalanan penyakitnya dapat dibedakan menjadi akut dan kronik ; sedangkan berdasat etiologinya dapat dibedakan menjadi hepatitis yang disebabkan oleh virus,  parasit, bakteri, serta bisa juga disebabkan oleh obat-obatan.
Hepatitis virus akut merupakan infeksi sistemik yang dominan menyerang hati.  Penyebab yang paling sering dan umum adalah Virus hepatitis A,B,C,D,E. Gambaran klinis hepatitis virus sangat bervariasi mulai dari infeksi asimptomatik tanpa kuning sampai yang sangat berat yaitu hepatitis fulminan yang dapat menimbulkan kematian hanya dalam beberapa hari. Gejala hepatitis akut terbagi dalam 4 tahap yaitu :
1.      Fase Inkubasi
- Waktu antara masuknya virus dan timbulnya gejala atau ikterus. Panjang fase ini bergantung pada dosis inokulum yang ditularkan dan jalur penularan, makin besar dosis inokulum, makin pendek fase inkubasi
2.      Fase Prodromal (pra ikterik)
- Fase diantara timbulnya keluhan pertama dan timbulnya gejala ikterus. Ditandai dengan malaise umum, mialgia, atralgia, mudah lelah, gejala saluran nafas atas, dan anoreksia.
3.      Fase Ikterus
- Muncul setelah 5-10 hari, tapi dapat juga muncul bersamaan dengan munculya gejala. Setelah timbul ikterus jarang terjadi perburukan gejala prodromal, tapi justru terjadi perbaikan klinis yang nyata.
4.      Fase Konvalesen
- Diawali dengan menghilangnya ikterus dan keluhan lain, tetapi hepatomegali dan abnormalitas fungsi hati tetap ada. Muncul perasaan sudah lebih sehat dan kembalinya nafsu makan. Keadaan akut biasanya akan membaik dalam 2-3 minggu.

HEPATITIS A
Etiologi & Epidemiologi
- Disebut juga hepatitis infeksiosa
- Virus hepatitis A merupakan virus RNA strai tunggal, tidak berselubung yang berdiameter 27nm dan dapat dideteksi di dalam fesess pada akhir masa inkubasi dan fase praikterik.
- Virus ini termasuk dalam family Picorna, dan genus Heparna
- Cara penularan : fekal oral, makanan, penularan melalui air, parenteral (jarang), seksual (mungkin), penularan melalui daerah endemic (jarang).
- Sebagian besar mengenai usia anak sampai dewasa muda.
- Penyebarannya tinggi di daerah negara berkembang.
- Masa inkubasi : 15-45 hari (lebih pendek), rata-rata 30 hari.
Gejala dan Tanda
Sama dengan gejala hepatitis virus akut yaitu terdiri dari fase prodromal, fase ikterik, dan fase konveselen.
Pemeriksaan
1.      Pemeriksaan Fisik
- Inspeksi : Jaundice, Ikterus sclera
- Palpasi : Hepatomegali
- Deman sampai 40 derajat celcius
2.      Pemeriksaan laboratorium
a.       IgM anti HAV
- Positif à menandakan terjadinya infeksi akut (saat onset dari gejalan klinis)
- Biasanya disertai dengan peningkatan alamin aminotransferase (ALT)
- Bisa bertahan positif selama 3-6 bulan setelah infeksi primer
b.      IgG anti HAV
- Muncul segera setalah IgM dan umumnya bertahan beberapa tahun
- Kalau muncul tanpa disertai IgM maka pertanda adanya infeksi lama atau baru dilakukan vaksinasi
c.       Enzim Liver
- Terjadi peningkatan level ALT dan AST (aspartate aminotransfesare) à ini merupakan pemeriksaan yang paling sensitive.
- Peningkatan ini bisa mencapai hingga 10.000 m IU/ml (dimana biasanya level ALT>AST), dan akan kembali ekitar 5-20 minggu
d.      Tes Fungsi Liver
- Level blirubin akan meningkat, yang kemudian diikuti dengan peningkatan AST dan ALT. Selain itu juga bisa disertai penurunan serum albumin.
e.       Waktu Protrombin
- Terjadi pemanjangan waktu protrombin.
Penatalaksanaan
- Tidak terdapat terapi spesifik untuk hepatitis virus akut. Tirah baring selama fase akut sangat penting dilakukan, serta diet rendah lemak tinggi karbohidrat. Pemberian makanan selama fase akut mungkin perlu diberikan bila pasien terus menerus muntah.
- Obat antiemetic diberikan untuk engatasi mual dan muntah dan obat analgesic untuk pain control (nyeri abdomen).
- Pembedahan dilakukan apabila sudah terjadi heart failure, namum pada hepatitis A jarang ditemukan perjalanan penyakitnya mencapai kronis.
- Profilaksis : vaksin HAV, vaksin hepatitis IG (diberikan sebelum atau setelah pajanan).

HEPATITIS B
Etiologi & Epidemiologi
- Disebut juga hepatitis serum
- Virus hepatitis B merupakan virus DNA berselubung ganda dengan ukuran 42nm yang memiliki selubung permukaan dan bagian inti.
- Cara penularan utamanya adalah : parenteral (menembus membrane mukosa terutama melalui hubungan sexual dan hematogen)
- Dapat mengenai setiap usia
- Faktor resiko lainnya : Imigran di daerah endemis HBV ; pengguna obat IV yang sering bertukar jarum ; pelaku hubungan sexual dengan banyak pasangan/ dangen orang yang terinfeksi ; kontak seruah dengan karier HBV ; bayi baru lahir dengan ibu yang terinfeksi.
Gejala dan Tanda
1.      Fase akut
- Masa inkubasi 1-6 bulan
- Sebagian besar asimptomatik
2.      Fase kronik
- Pasien dengan hepatitis kronik bisa merupakan orang yang sehat (sebagai carier) tanpa ada bukti nyata menderita penyakit.
- Pasien dengan chronic active hepatitis (terutama saat fase replikasi) à dapat menunjukkan beberapa gejala seperti kelelahan, anorexia, nyeri pada upper quadrant.

Pemeriksaan
1.      Pemeriksaan Fisik
a.       Akut
- Demam yang tidak terlalu tinggi
- Jaundice (mulai hari 10, bertahan bisa selama 1-3 bulan)
- Hepatomegali
- Splenomegali
- Palmar eritema
b.      Kronik
- Palmar eritema
- Hepatomegali
-Splenomegali
- Spider angioma
2.      Pemeriksaan Laboratory
a.       Fase akut
- ALT dan AST meningkat sekitar 1000-2000 IU/ml
- Albumin serum menurun
-Pemanjangan waktu protrimbin
- Alkalin fosfat juga mengalami elevasi
b.      Fase kronik aktif
- Elevasi ringan sedang dari aminotransferase (ALT>AST)
- Apabila AST meningkat ekstrim, manandakan eksaserbasi disertai peningkatan fungsi liver.

c.       Fase kronik inaktif
- Dalam fase ini pasien merupakan karier yang sehat (ALT dan AST dapat normal, serta penanda marker dan serum menunjukkan hasil negativ).
Pengobatan
Medikasi pada hepatitis B antara lain :
a.       Antiviral
- Menghambat replikasi virus dan melemahkan aktivitasnya
- Contoh : Adevoir dipivoxil, Entecavir, Telbivudine
b.      Interferon
- Menghasilkan protein yang berfungsi sebagai antiviral, antitumor dan imunomodulatory
- Contooh : Interferon alpha 2b / alpha 2a ; Peginterferon alpha 2a.
Karena pada hepatitis B ini kemungkinan besar dapat berlanju ke keadaan kronik (bahkan sampai menjadi sirosis dan gagal hati). Bila keadaan seperti itu sudah ditemukan, dapat dilakukan tindakan pembedahan yaitu transplantasi organ hati.

HEPATITIS C
Dahulu disebut sebagai hepatitis non-A, non-B. Setelah dilakukan penelitian secara insentif ditemukan hepatitis non-A, non-B ditularkan melalui darah (HCV) dan yang lain ditularkan melalui enterik (HEV).
HCV merupakan virus RNA untai tunggal, linear berdiameter 50-60 nm. Penularannya selain melalui utamanya darah, juga melalui hubungan seksual dan parenteral, dan kemungkinan melalui pemakaian obat IV dan tranfusi darah.
Masa inkubasinya sekitar 15-160 hari dengan rata-rata sekitar 50 hari. Virus ini menyerang setiap usia.
Risiko penularan:
  • pengguna obat suntik
  • pasien hemodialisis
  • pekerjaan layanan kesehatan
  • hubunagan seksual dengan orang terinfeksi
  • resipien tranfusi, resipien faktor pembekukan
  • bayi yang lahir dari ibu terinfeksi.
Hepatitis kronis terjadi pada sekitar 80% orang yang terinfeksi HCV, dan 70% diantaranya berkembang menjadi serosis hati.
Pemeriksaan laboratorium
  • RNA HCV: terdeteksi dalam serum dari 1-3 minggu peningkatan transaminase
  • Anti-HCV dan RNA HCVL: mendeteksi infektivitas EIA dan RIBA mendeteksi anti-HCV yang positif
  • Skrining donor darah, organ, atau jaringan penting dilakukan
Sampai saat ini belum ditemukan vaksin.

HEPATITIS D
Virus hepatitis D merupakan virus RNA berukuran 35-37 nm, membutuhkan HbsAg untuk berperan sebagai lapisan luar partikel yang infeksius untuk bereplikasi. Sehingga hanya penderita positif HbsAg yg dapat terinfeksi HDV.
Penularannya terutama melalui darah, tetapi sebagian melalui hubungan seksual dan parenteral. Masa inkubasi virus ini  sekitar 30-60 hari, 21-140 hari, dengan rata-rata 35 hari. Virus ini dapat menyerang setiap usia.
Risiko penularan:
  • Pengguna obat IV
  • Penderita hemovilia
  • resipien konsentrat faktor pembekuan
pemeriksaan laboratorium:
  • IgM anti-HDV: baru terpajan HDV
  • Antibodi IgG anti-HDV: (antibodi-IgG) dideteksi melalui pemeriksaan radioimun kompetitif
  • PCR reverse transcription: dideteksi genom virus dalam serum
  • HDAg: HDV terdeteksi dalam spesimen biopsi hati
  • Deteksi IgM terhadap HDAg dan HbcAg: menandakan ko-infeksi akut HDV dan HBV
  • IgM anti-HDV: menetap pada inefeksi kronis
  • HbsAg: hepatitis kronis yang timbul dari superinfeksi dari HDV
Ko-infeksi HDV dapat dicegah dengan pajanan seblum atau setelah profilaksis untuk HBV (tidak ada karier untuk HBV)

HEPATITIS E
HEV merupakan virus RNA untai tunggal yang berdiameter < 32-34 nm dan tidak berkapsul. Virus ini merupakan virus non-A, non-B yang ditularkan secara enterik (fekal-oral) penularan melalui air. Masa inkubasi 15-60 hari, dengan rata-rata 40 hari. Virus ini biasanya menyerang dewasa muda hingga pertengahan.
Risiko penularan:
  • Air minum terkontaminasi
  • Wisatawan (terutama ke daerah endemis tinggi HEV)
Pemeriksaan laboratorium:
  • PCR reverse transcription: deteksi RNA HEV dan HEV pada spesimen tinja dan hati dengan baru mendapat pajanan HEV
  • IgM anti-HEV: titer yang meningkat bersifat simultan dengan peningkatan serum transaminase
  • Titer IgG anti-HEV: meningkat setelah resolusi gejala
Belum diketahui vaksin yang efektif pada virus ini, dan memiliki angka mortalitas tinggi (20%) pada wanita hamil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar